DIRGAHAYU Wanita Buddhis Indonesia (WBI) Ke-51
- 18 Juli 2024
Salatiga, 18 September 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-XXVII dan Magister ke-XIII Tahun 2026. Sebanyak 50 lulusan resmi diwisuda, terdiri atas 18 lulusan sarjana dan 32 lulusan magister.
Prosesi wisuda menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk menandai berakhirnya satu tahap pendidikan sekaligus memulai perjalanan baru dalam pengabdian kepada masyarakat. Di hadapan keluarga, dosen, dan tamu undangan, para wisudawan menerima ijazah sebagai bukti penyelesaian studi dan bekal untuk melangkah ke dunia profesional maupun pengabdian sosial.
Penyerahan ijazah dilakukan oleh Ketua STIAB Smaratungga bersama ketua program studi masing-masing. Acara ini turut dihadiri perwakilan Sangha Agung Indonesia, Kementerian Agama, yayasan, perguruan tinggi, organisasi Buddhis, serta orang tua wisudawan yang telah mendukung perjalanan pendidikan para lulusan.
Dalam orasi ilmiah berjudul “Transformasi Pendidikan Keagamaan Buddha di Era Kecerdasan Artifisial: Integrasi Paññā, Sīla, dan Literasi Digital,” Julia Surya, S.Pd.B., M.A., M.Pd., Ph.D. (YM. Thitācārinī Therī), mengajak para lulusan untuk menyikapi perkembangan teknologi dengan kebijaksanaan, integritas, dan kemampuan literasi digital.
Orasi tersebut mengangkat pentingnya integrasi kebijaksanaan (paññā), moralitas (sīla), dan literasi digital dalam menghadapi perubahan zaman. Para lulusan diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana, tanpa meninggalkan nilai-nilai Dhamma dan tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua STIAB Smaratungga dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia turut menyampaikan sambutan dalam rangkaian acara wisuda.
Rangkaian wisuda ditutup dengan doa dan pemberkahan, dilanjutkan penutupan Sidang Senat Terbuka serta foto bersama para wisudawan dan tamu undangan.
Dengan dikukuhkannya 50 lulusan pada tahun 2026, STIAB Smaratungga kembali menegaskan perannya dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi keagamaan Buddha yang mengembangkan ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, dan karakter.
Dari Salatiga, para lulusan kini melangkah menuju tanggung jawab dan kesempatan baru untuk mengamalkan ilmu, mengembangkan potensi diri, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan kehidupan keagamaan Buddha di Indonesia.