Program sekolah minggu Buddha (SMB) di Indonesia telah lama dilaksanakan masyarakat Buddhis. Melalui Studi Evaluasi Program, Sulaiman (2015), melihat kelima komponen program SMB yang dilakukan di Kota Tangerang. Komponen evaluasi ini disebut dengan CIPPO yang dikembangkan dari model evaluasi Stufflebeam. Kelima komponen ini adalah Context, Input, Program, Product, dan Outcome. 

Kurikulum merupakan salah satu komponen input dalam program evaluasi itu. Tahun 2016 merupakan prestasi membanggakan bagi Dikdasmen, Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, pasalnya setelah ditunggu sekian lama, akhirnya SMB memiliki Kurikulum resmi sebagai panduan Guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Hasil Evaluasi Program SMB oleh Sulaiman (2015) menjadi salah satu kompenen dasar dalam penyusunan naskah akademik kurikulum.

Pelaksanaan SMB merupakan suplemen bagi anak-anak sekolah jenjang Anak Usia Dini (AUD) hingga tinggkat Menenah yang telah mendapatkan pendidikan agama maupun yang tidak mendapatkan pendidikan agama di sekolah. Pengelola bersama-sama dengan Guru SMB seyogyanya melihat program ini secara menyeluruh, agar hasil pelaksanaan program ini terukur dengan benar. SMB dilaksanakan dengan suasana sangat menyenangkan sekaligus luaran yang jelas. Ukuran keberhasilan dari program SMB ini dapat dilihat dari kompentensi yang akan dicapai peserta didik. 

Untuk menentukan luaran yang jelas dari program SMB dapat terlihat dari dasar penyusunan Standar Kompetensi Lulusan SMB yang dituangkan dalam Kompetensi Inti (KI). KI ini disusun berdasarkan kajian Empat Kompetensi Pengembangan (Bhavana) yang meliputi; Pengembangan fisik (Kâya-Bhâvanâ); Pengembangan Sosial (Sîla-Bhâvanâ); Pengembangan Mental (Citta-Bhâvanâ); dan Pengembangan intelektual (Paññâ-Bhâvanâ).

Empat kompetensi pengembangan ini diturunkan ke dalam Kompetensi Dasar. Dari Kompetensi Dasar inilah di Guru SMB harus piawai dalam menyusun kedalam rencana pembelajaran yang terintegrasi diantara ke-empat Kompetensi Pengembangan (Bhavana) itu. Dengan pemahaman yang menyuluruh terkait empat Kompetensi Pengembangan pembelajaran dapat dilaksanakan secara menyenangkan, berkesinambungan dan terukur dengan baik. 

Penulis: www.girivirya.com

Share: