JAMBI, Educational News -Catatan tentang kerajaan Sriwijaya di tulis oleh Sarjana Buddhis yang berasal dari China. Ia bernama Yi Jing, hidup pada masa 635 hingga 713 C.E. Kunjungannya ke Sriwijaya dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada 671 dan 688 C.E. Ia mencatat ada ribuan biksu yang mempelajari ajaran Buddha di Sriwijaya (Se Li Fo She). Sriwijaya memiliki hubungan yang erat dengan Nalanda University (Monastery) pada masa itu. Terdapat pula Guru Dharma yang dikenal dengan panggilan Serlingpa Dharmakirti. 

"Saat ini salah satu peninggalan kerajaan Sriwijaya terdapat di Provinsi Jambi. Candi Muaro Jambi merupakan peninggalan itu." Ujar nara sumber yang berperan sebagai Guru dalam Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha, Kuntari, S.Ag.,M.Pd. 

Pembelajaran berbasis pengungkapan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi secara langsung tema pembelajaran. Anak-anak mengungkapkan hal-hal terkait dengan topik utama pembelajaran. Dengan menggali informasi yang ingin diketahui, siswa mendapatkan pengalaman belajar secara menyeluruh, akhirnya dapat tersimpan dalam ingatan jangka panjang. 

Dari video pembelajaran ini dapat disimpulkan bahwa, "belajar dari perkembangan agama Buddha pada masa Sriwijaya; pemimpin harus benar-benar cakap, hendaknya sebagai umat Buddha tidak hanya ikut-ikutan beragama atau Pak/Buk Turut (turut Bapak dan Ibu). Namun, mempelajari dan mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari." 

Kuntari menyebutkan media pembelajaran ini menjadi salah satu produksi media pembelajaran terbaik dalam lingkup Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Video pembelajaran ini dapat dilihat pada laman berikut: Candi Muaro Jambi


Share: